Melakukan pemasaran dengan menggunakan internet adalah hal yang cukup tricky dilakukan. Anda harus selalu menyesuaikan dengan keinginan konsumen, bagaimana pola pikir konsumen saat ini, dan juga bagaimana para konsumen melakukan interaksinya satu sama lain karena hal-hal tersebut selalu berubah. Maka dari itu tren dalam pemasaran internet pun juga berubah. Dilansir di situs Forbes.com, berikut ini adalah beberapa tren pemasaran internet yang akan menjadi tren di tahun 2018.

Big Data yang makin mudah untuk diakses

Big Data adalah data-data yang menunjukkan pola, tren, hubungan satu sama lain terutama mengenai perilaku manusia dan juga interaksinya yang kemudian dianalisa dengan menggunakan sistem komputer sehingga menjadi data yang bisa dengan mudah dibaca dan dipahami oleh manusia. Data ini sangat penting dalam menyusun target dan langkah dalam pemasaran internet dan dulunya hanya eksklusif digunakan oleh perusahaan yang besar. Kini dengan makin banyaknya tools dan platform yang tersedia memungkinkan para pelaku bisnis menengah hingga kecil pun bisa mengakses Big Data ini.

Era AI yang makin populer

AI atau artificial intelligent adala kecerdasan buatan yang beberapa waktu lalu hanya ada di film namun saat ini pengembangannya sudah makin dekat dengan kehidupan sehari-hari para konsumen sehingga membuat para perusahaan pun menyesuaikan dengan perilaku konsumen yang baru ini. Makin banyak orang yang menggunakan gawai dengan kecerdasan buatan yang bisa diperintah dengan suara dan menjawab perintah dengan suara pula. Pengguna tidak harus menggunakan input berupa sentuhan fisik maupun visual untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari gawai tersebut.

Pemanfaatan jaringan influencer

Untuk membangun pengaruh brand yang mulai dari bawah membutuhkan investasi yang cukup besar dan juga waktu yang cukup lama karena persaingannya tidak mudah. Makanya kini makin banyak brand yang memanfaatkan jaringan yang dimiliki oleh influencer yang sudah memiliki fanbase sendiri, subscriber dan juga reputasi yang sudah terbentuk untuk mengadakan kolaborasi dan juga kerjasama dibandingkan membentuk jaringan sendiri. Berbagai contohnya bisa Anda lihat dari banyaknya selebriti yang “berbisnis” kue, pakaian, kosmetik, dan sebagainya.