Email muncul pada awal tahun 90-an yang menjadi lompatan besar bagi pola komunikasi manusia terutama komunikasi jarak jauh. Hingga kini email marketing adalah salah satu pilar yang cukup kuat dalam pemasaran menggunakan sarana internet di mana konsumen bisa mendapatkan informasi yang lebih personal dan customized untuk meningkatkan konversi yang diperlukan dalam bisnis. Seiring dengan strategi email marketing yang Anda lakukan, jangan sampai melupakan aturan-aturan dasar dalam membuat email yang bisa memengaruhi profesionalisme dan juga brand image di mata konsumen.

Yang sebaiknya dilakukan ketika mengirim email

–               Buat judul subjek yang sejelas-jelasnya karena email Anda tentu akan bersaing dengan puluhan bahkan mungkin ratusan email promo setiap harinya yang masuk ke dalam kotak masuk.

–               Gunakan kata sapaan yang profesional meski ruang lingkup bisnis Anda menargetkan konsumen dengan usia yang muda dan gaya hidup dinamis.

–               Proofread email yang akan dikirim untuk dicek adakah kesalahan dalam penulisan nama, salah ketik, menggunakan bahasa yang tidak baik, dan sebagainya, demi menjaga kesan profesional dari brand.

–               Cantumkan informasi dasar dari perusahaan yang menaungi brand, misalnya alamat, nama kantor, nomor telepon dan alamat email pada bagian bawah setiap konten email.

–               Sediakan unsubscribe button untuk memberikan pilihan pada konsumen yang merasa terganggu dengan kiriman email dari brand Anda.

Yang sebaiknya jangan dilakukan ketika mengirim email

–               Jangan lupa untuk menyediakan informasi kontak yang lengkap sehingga konsumen tidak harus mencari-cari cara untuk menghubungi perusahaan Anda. Informasi kontak yang lengkap meliputi alamat, nomor telepon, email (yang bisa dihubungi bukan yang no-reply), hingga media sosial.

–               Jangan membuat serial email yang mengharuskan penerima melihat edisi email sebelumnya untuk memahami konteks email yang baru. Cantumkan informasi dengan jelas dan terpisah dengan isi email-email lainnya.

–               Jangan terlalu banyak memberikan tanda seru, kata seruan, maupun kata-kata dengan huruf kapital yang teralu banyak. Terlalu banyak menggunakan kata seruan akan membuat isi email Anda jadi tidak profesional.