Sebuah perusahaan pastinya tidak ingin sekadar menerima karyawan baru tanpa melihat latar belakang serta keahlian yang dimiliki. Apalagi jika calon karyawan tersebut potensinya terlihat kurang mendukung untuk berkembang lebih jauh. Pernahkah kalian melihat ada orang yang sudah diterima kerja dengan kemampuan yang tidak seberapa, ketika disuruh untuk lebih berkembang, orang itu tidak mau mengkuti dan bertindak semaunya saja, seakan tidak ingin belajar lagi dan merasa sok pintar jika diberitahu. Untuk itu, berikut ini cara merekrut karyawan terampil dan mempertahankan yang berkualitas.

Selektif Menerima Lamaran

Biasanya bentuk lamaran yang diajukan orang-orang ke perusahaan berbentuk surat yang diletakkan di dalam map rapi atau menggunakan system online dengan email yang berisi pengalaman bekerja di perusahaan lain atau selama hidup mereka. Hal seperti ini sangat diwajibkan jika mau merekrut karyawan yang benar-benar berpotensi. Dengan ini pihak perusahaan bisa memilih mana yang sesuai standar atau tidak.

Meminta Kehadiran Pelamar yang Sesuai Syarat

Sebuah lamaran tidak akan berarti jika tidak ada kehadiran dari calon mempelai, seperti itulah gambaran syarat dari lamaran pekerjaan. Jika sesuai syarat, maka selanjutnya para calon karyawan ini harus mengikuti tahapan seleksi lagi, biasanya berupa interview. Dari interview ini biasanya karakter sang calon karyawan akan terlihat, mana yang berkompeten atau tidak, sehingga memudahkan untuk menerima atau menolak sang pelamar.

Mengembangkan Kualitas Karyawan Baru

Setelah mendapatkan karyawan yang benar-benar sesuai syarat, perusahaan harus melatih mental dan karakter karyawan tersebut agar bisa memajukan perusahaan. Diharapkan karyawan baru tersebut bisa konsisten dengan nilai, wawasan, serta strategi yang diterapkan perusahaan. Kita harus bisa membuat nyaman karyawan baru tersebut agar tidak mengeluh atau agar tidak ada alasan lain, karena ketidaknyamanan terhadap mereka. Jadi, apa yang sudah mereka setujui, tidak bisa diganggu gugat.

Mempertahankan Karyawan Berpotensi

Sebuah perusahaan akan sangat menyesal jika kehilangan salah satu karyawan yang cukup berpotensi. Namun, memang tidak mudah agar perusahaan tidak kehilangan karyawan yang berpotensi tersebut. Jadi, perusahaan sebisa mungkin, banyak melakukan pendekatan kepada karyawan tersebut, intinya kenyamanan adalah hal penting agar karyawan tersebut tidak mau melepaskan diri dari perusahaan. Kita harus sering meminta pendapat kepada mereka cara agar perusahaan lebih maju, dengan begitu mereka akan terus memikirkan kemajuan perusahaan dan tidak ada niat untuk lepas dari perusahaan.

Jangan pernah menceritakan kelebihan dari perusahaan lain yang bidang usahanya sama dengan perusahaan kita kepada karyawan berpotensi tersebut, karena takutnya karyawan tersebut mencari informasi tentang perusahaan tersebut, meliriknya dan berusaha berhenti dari perusahaan kita. Untuk itu ada sebuah system, yaitu dengan cara kontrak karyawan tersebut, dengan begitu akan sangat sulit baginya untuk berpindah ke lain hati.

Merekrut Karyawan Berkompeten Sebanyak Mungkin

Mencari banyak karyawan berkompeten tidaklah mudah, karena perusahaan harus banyak menguji coba orang-orang tersebut. Namun, agar perusahaan lebih maju hal tersebut harus dilakukan. Dengan begitu perusahaan juga bisa membantu mengurangi pengangguran. Karena setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab terhadap pemerintah untuk menciptakan kesempatan kerja seluas-luasnya. Inilah yang coba dipenuhi oleh pihak perusahaan dalam proses rekrutmen. Mereka mencoba menarik semua karyawan berpotensi bergabung demi mengubah standar ekonomi individu.

Itulah sedikit informasi yang Saya intip dari pakar kinerja SDM mengenai cara merekrut karyawan terampil dan mempertahankan yang berkualitas. Semoga apa yang Saya sampaikan dapat bermanfaat untuk kalian.