Mempromosikan bisnis online yang Anda kelola tentunya diwarnai dengan berbagai macam strategi ini itu yang kadang kala menjadi hal yang kompleks di departemen pemasaran Anda, namun ujung-ujungnya mengarah pada konten, konten, dan konten. Content marketing memang diakui strategi yang bisa membawa nyaris bisnis apapun mendapatkan kesuksesannya. Oleh karena itu para pemasar berlomba-lomba untuk membuat konten yang bisa membawa produk dan brand ke radar konsumen dan berusaha untuk menarik perhatian sebanyak-banyaknya orang. Namun hati-hati, jangan sampai Anda terjebak dengan kesalahan dalam content marketing berikut ini.

Terjun tanpa strategi yang jelas

Content marketing tidak hanya meliputi bagaimana membuat konten yang menarik kemudian berharap akan mendapatkan banyak leads, banyak konversi, rangking depan di halaman Google, dan sebagainya. Susun strategi konten dengan melakukan riset kata kunci untuk membuat konten berdasarkan kata kunci yang paling tepat, tentukan target realistis yang ingin dicapai, selaraskan strategi konten dengan strategi pemasaran secara keseluruhan. Konten yang tidak ada strateginya tidak bisa bertahan apabila ada perubahan algoritma pada Google atau pada platform yang digunakan untuk merilis konten Anda.

Tidak menyelaraskan dengan strategi pemasaran secara keseluruhan

Kesalahan ini biasanya banyak dilakukan oleh start up yang masih melakukan eksperimen dengan strategi pemasaran untuk bisnis online-nya. Tidak selarasnya target antara content marketing dengan strategi pemasaran perusahaan secara umum akan menyulitkan konsumen untuk menangkap maksud dari promo brand, menyulitkan terjadinya konversi, dan juga membuat konsumen mudah untuk berpaling ke brand lain.

Malas untuk promosi konten

Jika Anda berpikir membuat konten adalah hal yang paling utama dalam content marketing maka Anda salah. Menurut Derek Halpern dari Social Triggers menyatakan bahwa content marketing adalah 20% konten dan 80% promosi. Promosikan konten yang sudah Anda buat untuk bisa dilihat oleh sebanyak mungking orang yang bisa dilakukan dengan cara:

–               Bagikan konten ke media sosial yang digunakan brand atau perusahaan Anda

–               Buat konten berupa visual dan video kemudian post di Youtube, Instagram, atau Pinterest

–               Mengirimkan konten ke email list yang sudah Anda kantongi

–               Jalin hubungan yang luas dengan para influencer dalam usaha untuk melakukan link building