Internet marketing pada dasarnya adalah pemasaran melalui media internet. Masalah dan kesulitan yang muncul biasanya dipengaruhi oleh minat dari penghuni dunia maya ini sendiri. Banyak orang tidak lagi mudah dipengaruhi seperti pada saat awal perkembangan internet.

Sifat acuh pada pemasaran lewat internet ini bukan berarti internet marketing tidak dapat diandalkan. Kesulitan yang dimaksud di sini adalah proses meyakinkan calon konsumen yang makin kritis. Orang yang melihat iklan di internet sekarang lebih memilih mengacuhkannya. Iklan dalam bentuk newsletter biasanya dianggap spam dan dibuang. Untuk menjawab hal ini, mari melihat beberapa cara mengatasi kesulitan internet marketing ini

Meningkatkan Kualitas Iklan

Sama halnya dalam menawarkan produk atau jasa menggunakan iklan di media lain, kualitas iklan perlu selalu diperhatikan. Kualitas ini tentu berupa isi konten dan juga kualitas produksinya. Anda bisa saja membuat iklan yang mengikat perasaan yang melihatnya. Mulai dari perasaan humoris ataupun menyentuh.

Bentuk iklan yang paling menarik biasanya adalah video. Hal ini juga bisa Anda post di akun YouTube untuk lebih menarik perhatian orang. Penggunaan video yang singkat, menarik dan memiliki daya jual tinggi biasanya lebih baik daripada iklan yang berupa teks dan gambar.

Maksimalkan Interaksi

Untuk interaksi ini biasanya berlaku di sosial media. Apakah Anda pernah dengar bahwa perusahaan besar sekarang ini menggunakan sosial media berinteraksi dengan pelanggan melalui sosial media secara unik? Contoh hal ini adalah perusahaan fast food Amerika Wendy’s.

Pemegang akun Twitter official Wendy’s selalu membuat lelucon saat berinteraksi dengan fans perusahaan. Tapi untuk para hater yang datang untuk mengejek, Wendy’s biasanya membalasnya dengan lelucon panas yang menarik dan membalas ejekan tersebut. Interaksi ini menjadi cukup terkenal dan banyak dicontoh oleh banyak perusahaan fastfood lain.

Pastikan Target Tepat Sasaran

Saat memasang iklan dan membuat konten pemasaran, pastikan isi dan tampilannya cocok dengan target pasar yang ditargetkan. Misalnya penjualan pakaian distro yang menarget anak mudah tentu berbeda dengan distro untuk seragam. Memilih target yang sesuai lebih baik daripada menarget terlalu luas dan menyebarkan intent yang tidak jelas.

Pastikan informasi yang Anda tawarkan dalam iklan tidak kabur. Misalnya saat memasarkan distro seragam kantor, bahasa yang digunakan dalam iklan terlihat profesional. Tampilan gambarpun terdiri dari seragam rapi dari para pemuda – pemudi umur kerja.