Perubahan Sistem Google Ke Versi HTTPS Secara Default – Google sebagai salah satu perusahaan Web Browser yang terbesar yang memberikan keamanan pada web dan memberikan pengalaman browsing yang semakin baik bagi para penggunanya. Selain Gmail, Google Search, dan YouTube yang telah memiliki koneksi yang aman, kini Google berencana untuk menaikan HTTPS URL dalam hasil pencarian.

Jadi untuk ke depannya Google akan mengindeks halaman HTTPS terlebih dahulu dibanding HTTP. Jika suatu halaman masih menggunakan HTTP maka Google akan melihat terlebih dahulu apakah ada halaman serupa yang berada di HTTPS.

Hal ini di kemukan oleh Google yaitu “Hari ini kami ingin mengumumkan bahwa kami sedang menyesuaikan sistem pengindeksan kami untuk mencari halaman HTTPS lebih dulu secara spesifik, kami akan mulai melakukan crawling HTTPS setara dengan halaman HTTP, bahkan ketika sebelumnya tidak terkait dengan halaman manapun, ketika kedua URL dari domain yang sama tampaknya memiliki konten yang sama tapi disajikan diatas skema protokol yang berbeda, kami biasanya akan memilih untuk mengindeks URL yang HTTPS dengan syarat :

  1. Tidak mengandung dependensi yang tidak aman.
  2. Tidak memblokir crawling dengan robot.txt
  3. Itu tidak mengarahkan pengguna ke atau melalui halaman HTTP tidak aman.
  4. Itu tidak memiliki link rel = “canonical” link ke halaman HTTP.
  5. Ini tidak berisi robot noindex meta tag.
  6. Ia tidak memiliki on-tuan outlinks untuk HTTP URL.
  7. Sitemaps yang berisi daftar URL HTTPS, atau tidak daftar versi HTTP URL
  8. Server memiliki sertifikat TLS valid.

Perubahan semacam ini tentunya membuat para pemilik website khawatir akan traffic web mereka di mesin pencari. Tentunya akan sangat besar pengaruhnya, tetapi Google ingin lebih memberikan tingkat keamanan bagi para penggunanya.  Agar sistem ini berjalan dengan baik, maka para pemilik website di haruskan untuk menerapkan header HSTS pada server untuk mengalihkan situs HTTP ke versi HTTPS

Semoga dengan adanya perubahan ini akan tidak membuat para bloger atau pemilik website merasa di sulitkan atau di rugikan karena perubahan sistem Google ke versi HTTPS secara default.