Dunia bisnis atau usaha memang butuh keahlian di luar batas wajar. Mulai dari modal yang tidak bisa dianggap remeh sampai berbagai strategi harus dimiliki. Banyak dari para pengusaha yang bermain licik dalam berusaha, licik yang dimaksud strategi yang jarang digunakan orang lain yang bisa digunakan untuk mengalahkan kompetitor dan memancing pembeli. Agar kalian tidak bingung, berikut ini Strategi Marketing Licik yang Dianggap Halal.

Praktik Dumping

Saya langsung saja ke contohnya, misalnya eksportir menjual barang dagangan di luar negeri dengan harga lebih murah daripada di negerinya sendiri. Praktik ini dinilai tidak adil untuk negaranya sendiri dan merugikan produsen di luar negeri.

Ilustrasinya kita biasa naik ojek pangkalan dengan tarif 10 ribu rupiah per 1 KM, lalu datang ojek online dengan tarif lebih murah yaitu 5 ribu rupiah per 1 KM. Supaya si ojek pangkalan tetap ada peminatnya terpaksa dia turunkan harga menjadi 6 ribu rupiah per 1 KM.

Tujuan dari praktik ini supaya bisa mencari untung walaupun sedikit dan merusak harga pasar. Masyarakat yang tadinya memilih harga mahal akan lebih banyak berpindah ke harga yang lebih murah. Nah, produsen yang menjual dengan harga mahal menjadi kurang laku, karena konsumen berpindah tempat ke produsen dengan harga yang lebih murah.

Strategi Bikin Racun, Jual Penawar

Apakah sebenarnya komputer itu ada virusnya ? Jawabannya tidak benar. Masyarakat telah dibuat paranoid agar menganggap komputer mereka ada virusnya, agar lebih percaya lagi dibuat sebuah program yang tidak jelas untuk cek virus pada komputer yang cara kerjanya acak atau otomatis. Nah, tidak lama ada isu tentang virus, muncullah isu bahwa virus tersebut bisa dihilangkan dengan antivirus. Untuk mendapatkan antivirus tersebut, tentunya masyarakat harus membelinya.

Contoh mudahnya, ada orang B makan di warung A, tiba-tiba orang B tersebut membuat fitnah “hati-hati makanan di warung tersebut ada virusnya, mending makan di warung B lebih aman”.

Strategi Harga Tidak Bulat

Kalian pasti sudah tau strategi ini sering muncul di mana, ada di banyak tempat seperti mall, supermarket atau distro. Contohnya ada barang dengan harga Rp. 799.000, yang pertama kita lihat angka berapa ? biasanya alam bawah sadar kita akan memilih angka yang paling depan yaitu angka “7”. Kita menganggap harganya adalah Rp. 700.000, padahal jika Rp. 799.000 dibulatkan sebenarnya yaitu Rp. 800.000. Strategi ini biasanya sangat ampuh bagi orang-orang yang berniat membeli barang di tempat-tempat yang tadi saya sebutkan.

Monopoli

Monopoli adalah strategi di mana orang terkuatlah yang bisa menang dan menguasai yang tidak bisa orang lemah lakukan. Misalnya ada sebuah daerah yang ramai dan sangat strategis yang sudah dihuni pedagang kecil sudah lama, lalu datang pedangan besar yang masih baru membeli semua lahan yang ada di daerah strategis tersebut. Sebenarnya cara ini sangat licik sekali dan mematikan pengusaha kecil, tetapi begitulah yang namanya monopoli yang terkuat yang menang.

Itulah sedikit informasi mengenai Strategi Marketing Licik yang Dianggap Halal. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat untuk kalian.

sumber: Kaskus