Hello, AMPs
Tips dan Trik Berjualan Online di Marketplace

Tips dan Trik Berjualan Online di Marketplace

Tips dan Trik Berjualan Online di Marketplace – Berada di zaman ini tentunya tak bisa terhindar dari canggihnya teknologi dan juga internet. Beberapa aspek dalam kehidupan pun tidak bisa dipisahkan dengan adanya teknologi dan internet. Salah satunya adalah melakukan jual beli secara online.

Hal ini menjadi tidak aneh lagi. Mulai dari menjajakan, berjualan, membeli dan melakukan transaksi saja bisa dilakukan secara online. Bahkan, saat ini sudah ada banyak marketplace yang menyediakan jual beli online seperti Shopee, Tokopedia, BukaLapak, OLX, dan lain-lain. Melakukan kegiatan jual beli online juga bermanfaat agar penjual bisa menjangkau customer yang berada di luar domisili. Jadi, tentu saja bisa meningkatkan penjualan menjadi lebih baik lagi.

Nah, DUMET School punya beberapa tips dan trik untuk kalian yang sedang berjualan online agar produk menjadi laku dan ramai customer.

Menggunakan Desain Foto Produk yang Menarik

Jika tokomu masih kecil atau bahkan kamu memiliki sedikit budget, kamu bisa memanfaatkan smartphone yang kamu gunakan untuk mengambil gambar produkmu. Pastikan untuk mengambil foto atau membuat desain produk yang menarik agar bisa dilirik customer.

Untuk mendapatkan foto yang menarik, kamu bisa pelajari phone photography dan membuat mini studio yang bisa kamu lihat tutorialnya di internet. Gunakan juga beberapa aplikasi desain seperti canva atau yang sejenisnya agar desain produk menjad lebih enak dilihat.

Buat Judul & Deskripsi Produk yang Menarik

Jika kamu sedikit paham dengan SEO, kamu bisa mengapilkasikan teknik SEO dalam membuat judul dan juga deskripsi di toko onlinemu agar bisa meningkatkan traffic toko online.

Jangan hanya mengandalkan foto produk yang menarik saja, bahkan kamu juga bisa mengaplikasikan copywriting.

Mengaktifkan Fitur Gratis Ongkir

Siapa yang tak akan tergiur dengan gratis ongkos kirim? Di marketplace sekarang ini sudah banyak tersedia fitur gratis ongkir, bebas ongkir atau no ongkir yang bisa pemiliki toko online aktifkan agar pembeli tidak perlu ribet membayar ongkos kirim lagi.

Aktifkan fitur ini agar pembeli menjadi lebih tertarik untuk membeli di toko onlinemu.

Pastikan Status Tokomu Selalu Online

Rajinlah dalam membuka dan mengecek toko onlinemu setiap waktu. Tentunya kamu pasti pernah melihat bukan status toko yang online dan tidak online. Jika sedang tidak online, statusnya akan menjadi last seen xx ago.

Pastikan untuk sering login ke tokomu. Karena, misalnya jika seminggu sekali online-nya, ini akan menumbuhkan rasa ketidakpercayaan customermu, bukan?

Balas Chat dengan Fast Response

Sama seperti status online, pastikan juga untuk membalas chat customer dengan fast response. Siapa tahu customermu sedang mencari produk dan menemukannya di 2 toko online, salah satunya adalah milikmu.

Jika toko online sebelah membalas lebih cepat daripada tokomu, customer sepertinya akan memilih membeli produk dari yang tercepat membalas karena merasa sudah puas dan peracaya.

Layani Customer dengan Ramah

Hal ini masih banyak dilupakan oleh beberapa toko online bahkan toko online yang sudah besar. Jika tokomu sudah melakukan semua yang disebutkan di atas dan ternyata tidak ramah ke customer, ini akan menjadi masalah.

Berikan pelayanan yang baik, sabar dan ramah agar customer menjadi yakin dan tertarik untuk membeli di tokomu. Jika sudah merasa nyaman, customer ini bisa menjadi customer tetap di tokomu, loh!

Bagaiman tips dan triknya? Cukup mudah bukan? Jika kamu praktekkan semuanya namun masih terasa sepi, kamu bisa memasarkan produk atau tokomu dengan melakukan Paid Promote, Endorse, atau membuat iklan di marketplace, social media ads mau pun Google Ads.

Semoga artikel ini bermanfaat ya!

2 Jenis Backlink untuk Mengoptimasi Website

2 Jenis Backlink untuk Mengoptimasi Website

2 Jenis Backlink untuk Mengoptimasi Website – Dalam SEO, tentu saja kita harus melakukan optimasi website. Namun, ternyata mengoptimasi website itu bukan hanya sekadar menyimpan link website kita di dalam halaman website lain. Sebelum itu, seharusnya kita tahu dan paham terlebih dahulu mengenai jenis backlink seperti apa yang baik untuk mengoptimasi website kita.

Dalam artikel kali ini, DUMET School akan memberitahu 2 jenis baclink yang biasa digunakan untuk mengoptimasi website. Berikut adalah 2 jenis backlink:

  • Backlink Dofollow
  • Backlink Nofollow

Kedua jenis backlink tersebut bisa dibilang sebagai “kode” yang digunakan untuk memberitahu bot mesin pencari untuk ikut mencari atau tidak ikut mencari backlink website yang kita simpan di halaman website lain. Mungkin untuk saat ini masih agak sulit untuk dipahami ya? DUMET School akan memberikan sedikit gambaran mengenai kedua jenis backlink ini.

Backlink Dofollow

Sebagai contoh, misalnya kita sedang menulis artikel di dalam website dummy atau website di luar website utama kita. Lalu, di dalam artikelnya ada anchor text yang berisi link dan diarahkan ke website utama kita. Nah, jika website secara default sudah diatur menjadi dofollow, maka link website kita AKAN dapat dilacak dan dicari oleh bot mesin pencari di website dummy tersebut.

Backlink Nofollow

Sebaliknya, jika website sudah diatur menjadi nofollow, maka link website yang disimpan di website dummy tersebut TIDAK AKAN dilacak atau pun dicari oleh bot mesin pencari.

Cara Mengetahui Jenis Backlink Dofollow atau Nofollow

Untuk website yang mempunyai nilai PA (Page Authority) dan DA (Domain Authority) tinggi, biasanya pemilik website tersebut akan menjadikan websitenya menjadi nofollow.

Loh, memangnya kenapa?

Karena jika websitenya tidak diubah menjadi nofollow, tentu saja website tersebut akan dijadikan tempat untuk menyimpan backlink oleh banyak website dari luar. Oleh karena itu, sebenarnya cukup sulit untuk mendapatkan backlink berkualitas yang berjenis dofollow.

Untuk mengetahui jenis baclink dalam website itu Dofollow atau Nofollow, kamu bisa lakukan cara:

  1. Buka halaman website yang ingin dicek (jika bisa cari website atau blog yang memiliki komentar)
  2. Ketikkan shortcut Ctrl+U pada keyboard
  3. Cari kode “rel=’nofollow'” atau “rel=’dofollow'”, kamu akan mengetahuinya dari situ.

backlink dofollow nofollow

Cukup mudah ya?

Karena sekarang sangat banyak website yang nofollow, untuk mengakalinya kita bisa membuat banyak website dummy atau mencoba membayar pemilik website untuk menyimpan link website kita di halaman websitenya.

Lebih Baik Backlink Dofollow atau Nofollow?

Karena ada banyak pertanyaan mengenai hal ini, menurut DUMET School lebih baik memakai backlink dofollow. Namun, karena sulitnya menemukan website yang bersifat dofollow, lebih baik kita mencari tahu bagaimana kualitas website untuk menyimpan linknya dengan melihat PA dan DA dari website tersebut.

Jika ingin menggunakan kedua jenis backlink, tentu saja boleh. Karena aturan dari mesin pencari sendiri merekomendasikan kita untuk membuat backlink yang natural dengan perbandingan Dofollow 70% dan Nofollow 30%.

Nah, begitulah penjelasan mengenai 2 Jenis Backlink untuk Mengoptimasi Website. Semoga bermanfaat ya!